Ketika Saya Di luar Kendali
Jauh-jauh hari hidup ini masih terasa menyenangkan!
Saya merasa baik-baik saja dan aman-aman aja.
Saya cukup paham bahwa tiap orang tentu bakal punya hal baik ataupun buruk dalam hidup mereka.
Hal itu saya pikir normal, bukan!
Kebiasaan main game di laptop, nge-scroolling sosmed, nonton video youtube sebelum berangkat kerja atau di waktu senggang saya keluar jalan-jalan buat ganti suasana...semua saya anggap normal aja...
waktu berganti kesibukan kerja datang silih berganti, saya mulai terbebani dengan banyaknya hal yang perlu dilakukan.
Hingga, lama-kelamaan saya lelah...
apakah mimpi saya masih lama terwujud!
Dasar pelanggang keparat, ia telah merusak ketenangan ini, saya udah capek-capek cari lokasinya, ia malah marah-marah di tengah teriknya matahari. Hampir saja saya menumpahkan rasa lelah ini...
berat rasanya tersenyum di kondisi ini!
Saya butuh pelampiasan...
dan benar!
Secara sadar saya meninggalkan pekerjaan dan main game sampai merasa tenang. Jika belum saya bakalan lanjut main sosmed dan jika masih belum saya ke luar jalan-jalan nggak jelas...
Entah mengapa saya masih saja kesal.
Energi saya terkuras!
Walau begitu kadang tidak disadari beban pikiran berkurang di beberapa hari kemudian.
Entah apa yang jadi sebabnya...
hari-hari normal dan menyenangkan pun kembali pulih...
sambil menarik nafas dalam-dalam dan melanggengkan kepala...
Tak lama kemudian muncul masalah lain dari pelanggang baru, ia entah berantah membuat saya naik pitam.
Ia menghubungi saya dengan kesan terburu-buru, ingin barang pesanannya datang sekarang juga, kata-kata itu begitu nyaring di suara hp saya. Apakah ia tidak tau bahwa bukan hanya dia saja saya layani di tengah jalan yang macet parah.
Suasana yang sempat cerah tiba-tiba aja kembali mendung, mau nggak mau saya perlu melayani para pelanggan menyusahkan itu....
saya merasa ini normal, namanya juga pekerjaan tentu ada resiko.
Yang benar saja!
Kamu bisa tebak, saya bakalan kemana lagi!
Kalau bukan! Main game, sosmed, atau keluar belanja barang yang tidak butuh-butuh amat...
inilah yang terjadi
siklus dari:
Bekerja – stress – lari dari kenyataan – sudah tenang – lanjut bekerja lagi.
Masih normal, bukan!
Namun, ini berlangsung terus-menerus sampai pada titik, saya di ambang batas!
Video game, sosmed dan jalan-jalan tak lagi mempu mengatasi beban hidup...
saya merasa sendirian dan tak berdaya!
Pandangan mulai tampak negatif untuk hari esok.
Malu rasanya menjalin hubungan sosial dengan orang baru , saya merasa takut diperhatikan orang lain, saya takut dianggap sepele dan saya takut akan semua hal...
Dunia saya runtuh!
Mimpi yang ingin saya capai masih terasa jauh...
apakah saya balik ke pelukan keluarga dan mengatakan saya sudah berusaha sampai detik ini...
dan saya gagal...
untuk kesekian kalinya sebelum menutup mimpi indah.
saya melakukan usaha terakhir.
Saya coba menelusuri penghambat-penghambat dimasa lalu dan alasan saya belum berhasil sampai sekarang.
ternyata jawabnya benar-benar sederhana.
Saya telah jatuh pada perangkap pelarian yang menyenangkan tapi, tidak menyembuhkan.
Saya hanya lari dari kenyataan dan menunggu kapan dan dimana semua jadi masalah besar.
Itu adalah distraksi saya dari main game dan sosmed.
Mereka memberi saya rasa nge-flay kemudian saya jatuh setelah pekerjaan nyata datang menuntut.
Daftar panjang tugas yang harus saya tuntaskan, saya gesar dengan alasan saya tidak cukup mampu.
Lucu bukan!
Saya membenarkan ketidakberdayaan tanpa perlu bertindak.
itulah pikiran negatif yang jadi, pengambat saya...
harusnya saya menyadarinnya bukan menutup-nutupinya...
ini juga alasan mengapa beberapa waktu belakangan ini, saya hiatus menulis dari januari sampai 2024 desember 2024, ada 10 bulanan kosong tanpa karya tulis untuk diri saya sendiri.
Terima kasih
Sampai ketemu di pengalaman berikutnya...
Diskusi